dan kekecewaan yang sulit terupkap oleh kata. Namun tertuang dalam tulisan yang sederhana, tak perlu dimengerti, tak perlu dipahami, cukup mengetahui aku, hatiku, dan hidupku..
Bukan Habibie Ainun Sebelum ku coretkan tinta ini, ku ingin menyapa dirimu di dalam sepinya malam, hai... cintaku? bagaimana kabarmu? ku.. berharap kau baik - baik saja disana... berawal dari senyuman manismu dan keceriaan yang kau perliatkan, seketika itu aku sangat mengagumimu dari rasa kagum itu aku ingin mengenalmu dan ternyata tuhan semesta alam merestui kita untuk bertemu dan mengenal lebih dekat dan pada akhirnya kita saling menyayangi senang, tertawa, sedih, pertengkaran,saling menyakiti, saling menyayangi, semua sudah kita rasakan aku sadari kita memang saling menyayangi tapi kita tidak bisa menerima kekurangan kita.. kita bukan Habibie Ainun yang saling mengisi kekurangan dan kelebihan.
Berbicara masalah kecantikan, mungkin sudah tidak asing lagi bagi masyarakat khususnya bagi kaum Hawa, kecantikan adalah sesuatu yang sangat di inginkan oleh setiap wanita bisa dikatakan kecantikan adalah sesuatu yang sangat sakral. lalu bagaimakah kecantikan yang sebenarnya menurut para tokoh dan para ahli? Kecantikan perspektif sosial, menurut masyarakat kecantikan adalah wanita yang mempunyai badan yang sempurna "sexy" dan wajahnya sempurna seperti bidadari. Menurut tokoh agama kecantikan seorang wanita adalah kecantikan agamanya, artinya mempunyai ahlak yang mulia "hatinya baik" dan menjalankan syariat islam. Banyak tanggapan terkait kecantikan, para kaum Adampun banyak yang berbeda pandangan, ada yang melihat dari segi badan, ada yang melihat dari segi wajah, dan ada pula yang melihat dari segi ahlak. Apapun pandangannya saya pikir manusia sudah bisa menilai sendiri. Bagaimana tanggapan anda?
Komentar
Posting Komentar